“Tidak Ada Kata Terlambat Peringatan Hari Kartini Tahun 2024"

“Tidak Ada Kata Terlambat”

 


Assalamualaikum Wr.Wb, Alhamdulilah pagi ini cuaca cukup cerah. Seperti biasa,saya datang ke sekolah dengan disambut senyuman anak -anak yang penuh dengan kebahagian, akan tetapi pagi ini senyuman mereka lebih indah dari sebelum sebelumnya , ternyata hari ini di sekolah kami ada peringatan hari kartini tahun 2024. Dewan guru dan anak -anak pun menyambutnya dengan penuh kegembiraan, hal ini terbukti dengan antusias anak -anak di SD tempat saya  mengajar yang biasanya mengenakan seragam batik disetiap  hari rabu, akan tetapi hari rabu ini tanggal 24 April tahun 2024 mereka mengenakan baju adat khas kartinian. Saya sangat bahagia karena wali murid pun ikut berpartisipasi dalam kegiatan peringatan hari Kartini tahun 2024.

Tidak ada kata terlambat, itulah judul dari tulisan saya saat ini. RA Kartini Lahir di Jepara, 21 April 1879 , oleh karena itu setiap tanggal 21 April diperingatilah hari Kartini. Peringatan hari Kartini di SD saya  diadakah pada hari ini rabu 24 April 2024. Hal ini tentunya tidak mengurangi rasa cinta dan kagum kita terhadap sosok RA Kartini yang begitu luwar biasa jasanya terhadap bangsa Indonesia khususnya Kaum Wanita. Peringatan hari Kartini di SD saya  diawali dengan kegiatan Upacara. Alhamdulilah upacara belangsung dengan tertib dan hikmad. Seluruh siswa mengikuti kegiatan upacara dengan penuh suka cita ,  upacara kali ini berbeda dengan upacara disetiap hari senin ataupun upacara yg lainnya.

 Diupacara kali ini seluruh warga sekolah mengenakan baju kebaya, para siswi didandani dengan sangat cantik, para siswa memakai blangkon dan alangkah terkejutnya saya karena ada salah satu siswa kelas 1 yang didandani oleh orang tuanya dan menurut saya siswa tersebut jadi mirip dengan tokoh besar bangsa Indonesia yaitu Ir. Sukarno .

Dalam kegiatan upacara ini pembiana upacara menyampaikan sambutannya dalam sambutannya pembina upacara menyampaikan sedikit biografi tentang RA Kartini. Inilah sambutan yang disampaikan oleh Pembina upacara pada peringatan hari Kartini tahun 2024 di SD kami “ RA kartini adalah anak ke 5 dari 11 bersaudara . Ayahnya Bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dan ibunya Bernama M.A ngasirah. RA kartini lahir di Jepara, 21 April 1879, Kartini kecil sangat beruntung dari pada anak – anak lain didaerahnya.  RA Kartini bisa bersekolah sampai usia 12 tahun di sekolah Belanda , yang pada akhirnya  RA  kartini harus berhenti bersekolah karena menurut orang tuanya anak Perempuan tidak harus bersekolah , untuk itu kartini di pingit di rumah. Tetapi walupun berada di rumah kartini tetap berkomunikasi dengan teman – temannya. Kartini termasuk anak yang pandai disekolah itulah sebabnya kartini mampu berkomunikasi dengan baik dengan teman – temannya yang berkebangsaan Belanda tentunya komunikasi yang dilakukan Kartini menggunakan bahasa Belanda. Komunikasi itupun Kartini lakukan dengan menulis surat. Kartini menuliskan tentang kegundahannya yang ingin tetap bersekolah tetapi di larang oleh kedua orang tuanya. Kartini menulis surat tentang anak – anak didaerahnya yang tidak dapat mengeyam pendidikan karena bukan dari kalangan bangsawan. Perjuangan RA Kartini tidak hanya dengan menuliskan surat kepada teman – temannya, RA Kartinipun meminta izin kepada orang tuanya untuk melanjutkan pendidikannya di Jakarta , akan tetapi orang tua RA Kartini tidak memperbolehkan dengan alasan yang sama bahwa Perempuan tidak diwajibkan bersekolah. Walaupun orang tua RA Kartini melarang untuk melanjutkan pendidikan ke Jakarta, orang tua RA Kartini tetap memberikan izin kepada RA Kartini untuk menjadi guru bagi anak anak disekitar tempat tinggalnya. Menginjak usia 24 tahun RA kartini menikah dengan pria bangsawan bernama  K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat. Setelah menikah RA Kartini meminta izin kepada suaminya untuk membuat sekolah dan menjadi guru disekolah tersebut. Akhirnya suami RA Kartini menyetujui dan sangat mendukung  apa yang disampaikan RA Kartini. Dari Pernikahan tersebut RA Kartini dan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat mendapatkan seorang putra yang diberi nama  Soesalit Djojoadhiningrat. RA kartini meninggal setelah 3 hari kelahiran dari putra pertamanya. Setelah RA kartini meninggal dunia, surat – surat yang di kirimkan kepada teman – temannya di bukukan dalam sebuah buku yang di beri nama HABIS GELAP TERBITLAH TERANG. Itulah sepenggal cerita biografi RA Kartini yang di sampaikan oleh Pembina upacara pada saat pelaksanaaan upacara peringatan hari Kartini tahun 2024 di SD kami .

Acara dilanjutkan dengan kegiatan lomba – lomba . Lomba yang dilaksanakan adalah lomba peragaan busana bagi siswa dan siswi  dari kelas 1 sampai dengan kelas 6. Ada juga lomba  mewarnai bagi siswa dan siswi kelas 1,2 dan 3 serta lomba baca puisi dan lomba karaoke bagi siswa dan siswi kelas 4,5 dan 6. Acara lomba pun berlangsung sangat meriah, para siswa mengikutinya dengan gembira.

Demikian cerita hari, semoga bisa menginspirasi dan memotivasi disi saya untuk tetap  belajar menulis.Terimaksih  ( Bumijawa, 24 April 2024_Khodijah, S.Pd_ gurunya anak kecil )

Wasalamualaikum Wr. Wb.

Salam Literasi…

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME KELAS BELAJAR MENULIS NUSANTARA PGRI Gelombang 31 Pertemuan ke 4 ( Gali Potensi Ukir Prestasi )

MENGARUNGI DUNIA BARU MENULIS BUKU AJAR

BLOG SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN